TIADA HARI TANPA BANJIR ROB

Banjir rob sudah bukan menjadi tamu asing lagi bagi warga kota Semarang. Hampir setiap hari, banjir rob terjadi di sejumlah pemukiman dan jalan-jalan. Salah satunya di kawasan Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas Semarang. Banjir rob yang terjadi di kawasan itu disebabkan oleh meluapnya air laut. Para warga yang tinggal di sekitar tambak itu mengaku kesal dan prihatin atas banjir rob yang selalu melanda kawasan mereka.
Khotimah (40) warga Tambakrejo Kelurahan Tanjung Mas RT 5 RW 16 mengatakan sudah 4 tahun tinggal di kawasan ini, ia mengikuti suaminya Wanaji yang bekerja sebagai pengurus tambak sehingga banjir rob tidak dapat dihindarkan. Ia juga mengaku setiap tahun selalu mengurug tanah di depan rumahnya agar air rob tidak masuk ke rumahnya. Bahkan banjir rob pernah dating setinggi 2 meter yang mengakibatkan bibit-bibit ikan bandeng hilang dan merugi hingga 15 juta.
Selain itu, nasib serupa juga dialamai Sarwaji (40). Menurut Sarwaji, dulu banjir rob hanya menggenangi jalan kampung saja namun sekarang setiap air laut pasang, air rob selalu masuk ke rumahnya. Bisa dibayangkan bagaimana aktivitas warga ini bila banjir rob datang. Meski daerah ini selalu menjadi langganan banjir, tetapi anak-anak terlihat senang bermain di kubangan air rob yang kotor itu.
Banjir rob ini tentu mengancam kelangsungan hidup warga, selain itu juga mengganggu aktivitas warga setiap harinya. Berdasarkan penjelasan Koran Widya edisi 02, Desember 2010 di jalan masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang hingga saat ini masih dilanda banjir rob meskipun hanya 20 centimeter. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas keluar masuknya kendaraan dan para pekerja di kawasan itu.
Selain itu, sejumlah jalan protocol yang juga kerap digenangi air rob diantaranya Jalan Hasanudin, Jalan M.T. Haryono, Jalan Kakap, dan Jalan Tanah Mas. Sementara, di dermaga pelabuhan sebelah barat, banjir rob sering menutupi kawasan dermaga yang sibuk dengan aktivitas bongkar maut barang. Para pekerja di dermaga itu mengaku rob sangat mengganggu kegiatan bongkar muat barang tersebut.
Bayangkan, air laut pasang saja sudah menimbulkan banjir rob apalagi akhir-akhir ini kota Semarang curah hujannya cukup tinggi sehingga membuat banjir di kota Semarang semakin menjadi. Melihat kejadian itu, tampaknya upaya pencegahan banjir yang dicanangkan pemerintah kota Semarang belum cukup maksimal. Tentunya warga berharap pada masa pemerintahan baru yang terpilih dapat mengatasi banjir. Misalnya, dengan membuat tanggul-tanggul penahan air laut agar jika air laut pasang, banjir rob tidak masuk ke pemukiman mereka.

2 Tanggapan to “TIADA HARI TANPA BANJIR ROB”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: